HELMAND (Arrahmah.com) - Ini adalah wawancara khusus dengan salah seorang jurubicara Imarah Islam Afghanistan mengenai keadaan di provinsi Helmand yang sebenarnya, wawancara ini dipublikasikan hari ini (25/2) dalam situs resmi Imarah Islam Afghanistan.
Q : Apa yang dapat kamu jelaskan mengenai situasi jihad di provinsi Helmand dan daerah sekitarnya?
A : Perlawanan mujahidin melawan serangan musuh khususnya di daerah Marjah, distrik Nad Ali masih terus berlanjut. Menurut prediksi dan taksiran kami sebelumnya, musuh saat ini tengah mengalami kekacauan sesuai dengan strategi kami dan musuh menderita kehilangan yang terus meningkat setiap waktunya. Mujahidin berhasil menghancurkan sejumlah tank terbaik milik musuh dalam beberapa serangan. Dan mereka kehilangan tentara-tentara mereka seiring hancurnya tank-tank mereka. Laporan yang datang dari Marjah mengindikasikan tentara musuh menderita penurunan moral. Mereka mencoba untuk mengeluarkan tentara yang terkepung dari daerah tersebut, yang disebar pada hari pertama saat operasi dimulai. Bagaimanapun tentara berjalan kaki dan tank-tank musuh selalu menjadi sasaran empuk dimanapun mereka berdiri. Bagaimanapun cara yang mereka lakukan untuk bertahan, mereka selalu mendapat serangan dari mujahidin atau hantaman bom tepi jalan. Mujahidin pun selalu mengirimkan misil-misil mereka ke arah tentara penjajah. Musuh benar-benar mengalami kerugian berat. Dua hari lalu, militer musuh mengangkut tentara-tentara mereka dari Qari Sadi.
Q : Sejak hari pertama tentara musuh melakukan serangan, mereka selalu berbicara mengenai kemenangan. Laporan dari media-media Barat mengatakan bahwa mereka berhasil mengambil alih beberapa tempat. Apakah ini sebuah kenyataan?
A : Apa yang terjadi di hari pertama merupakan keberhasilan strategi yang kami persiapkan. Kami telah sepakat akan menggempur serangan musuh, jadi kami membiarkan tentara musuh memasuki beberapa daerah tanpa perlawanan. Musuh lalu mengatakan bahwa mereka mengalami kemajuan dalam pertempuran di darat, mereka mengklaim bahwa mereka berhasil mengambil alih Marjah. Beberapa pejabat di Kabul merayakan kemenangan (semu) ini. Faktanya, musuh tidak mengalami kemenangan apapun dalam pertempuran ini yang telah berjalan selama dua minggu melainkan kerugian berat dan kecelakaan. Mereka tahu benar bahwa klaim mengenai keberhasilan mengambil alih Marjah tidak terjadi di saat ini atau sebelumnya. Tentara berjalan kaki musuh medapat serangan bertubi-tubi dimana mereka disebarkan mulai pada hari kedua operasi. Tank dan kendaraan militer tidak menemui jalan keluar dari desa tersebut yang terlanjur mereka masuki. Musuh kini menggunakan jalan-jalan setapak karena mujahidin telah menanam ratusan bom ranjau di jalan-jalan besar. Tim penembak jitu dari kubu mujahidin menargetkan tentara-tentara tersebut. Bagaimanapun, musuh telah terperangkap, mereka mau tidka mau harus menghadapi gempuran mujahidin juga ledakan-ledakan tepi jalan.
Q : Musuh telah mengalami kerugian materi dan jiwa di Marjah. Bisakah Anda paparkan sebanyak apa kehilangan yang mereka alami
A : Kini dua minggu telah berlalu sejak musuh melancarkan operasi di Marjah. Menurut laporan dari medan pertempuran, inilah kerugian yang dialami musuh yang tidak dilaporkan oleh media-media Barat.
Tank yang hancur : 78
Tentara asing tewas : 382
Kendaraan Ranger yang hancur : 4
Tentara boneka tewas : 36
Mujahidin di daerah lain, masih di provinsi Helmand juga meningkatkan serangan mereka. menurut data yang berada di tangan kami, 51 tentara asing dan 23 tentara boneka telah tewas. 17 tank dan 6 kendaraan militer hancur.
Q : Apa pendapatmu mengenai situasi jihad di provinsi lainnya. Laporan mengatakan tahun ini aktivitas jihad di Afghanistan meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya.
A : Ya, kamu benar. Di tahun-tahun terakhir, mujahidin meningkatkan serangan mereka dan menyebabkan kerugian berat bagi kubu musuh. Ini adalah data dari provinsi lain mengenai kecelakaan di kubu musuh yang mereka alami di tahun ini.
Kandahar
Tentara asing tewas : 28
Tentara boneka tewas : 33
Tank hancur : 5
Kendaraan Ranger hancur : 5
Farah
Tentara asing tewas : 29
tentara boneka tewas : 17
Tank hancur : 8
Kendaraan militer hancur : 3
Zabul
Tentara asing tewas : 3
Tentara boneka tewas : 26
Tank hancur : 1
Kendaraan militer hancur : 4
Uruzgan
Tentara asing tewas : 5
Tentara boneka tewas : 19
Tank hancur : 1
Kendaraan militer hancur : 3
Ini adalah gambar kerugian yang dialami musuh di beberapa provinsi. Jika kita hitung seluruh kerugian musuh dalam level negara, kita akan melihat dengan jelas peningkatan aktivitas jihad, terlihat dari kecelakaan dan kerugian yang dialami musuh. Dengan pertolongan dari Allah, dapat kami katakan bahwa aktivitas jihad semakin meyakinkan. (haninmazaya/alemarah/arrahmah.com)
24.2.10
Rusia Ancam Akan Bereaksi Terhadap Ekspansi NATO

MOSKOW (Arrahmah.com) - Rusia akan merespon kekhawatirannya terhadap ekspansi NATO ke wilayah timur dan rencana Amerika untuk menempatkan elemen sistem pertahanan peluru kendali di Eropa, kata perwira tinggi militer Rusia pada hari Rabu (24/2).
"Jika kami mengatakan, bahwa kami harus mengatasi kemungkinan ancaman ini bersama-sama, maka sudah seharusnya kami saling menghormati satu sama lain dan saling percaya, bukan malah melakukan penguatan blok militer dekat perbatasan Rusia," Jenderal Nikolai Makarov, Kepala Staf Umum Angkatan bersenjata Rusia, mengatakan pada Rusia Today.
"Hal ini menyebabkan kami harus mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menanggapi gelagat AS dan NATO tersebut," kata Makarov.
Sembari mengulangi seruan Polandia untuk mendemiliterisasi kawasan barat Rusia, Makarov mengatakan tidak ada satu pun senjata nuklir yang ditempatkan di Kaliningrad.
"Tahun lalu kami menarik lebih dari 600 tank, sekitar 600 kendaraan lapis baja dan sekitar 600 potongan artileri dari kawasan Kaliningrad. Dan sebagai balasannya kami harus mendapatkan penumpukan sistem pertahanan rudal. Kami harus segera melipatgandakan kewaspadaan kami," katanya.
Makarov pun mengatakan perisai rudal itu dirancang AS untuk mempertahankan ilusi serangan udara dari Rusia. "Ada kekhawatiran bahwa sistem pertahanan rudal ini diarahkan terhadap Rusia."
Sebuah doktrin militer Rusia baru disetujui oleh Presiden Dmitry Medvedev awal bulan ini mendefinisikan bahwa ekspansi NATO dan perluasan sistem pertahanan peluru kendali sebagai ancaman utama yang sedang dihadapi Rusia. (althaf/xnh/arrahmah.com)
Langganan:
Postingan (Atom)