Wasiat Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk Para Mujahid

7.3.10

3 Tentara ISAF Tewas Baku Tembak Dengan Pejuang

Diposting pada Senin, 08-03-2010 | 07:14:02 WIB

3 lagi tentara agresor koalis tewas di Afghanistan dalam insiden terpisah pada hari Ahad 7 Maret.
Dengan tambahan 3 tentaranya yang tewas, pasukan koalisi NATO telah kehilangan 117 tentaranya sejauh ini pada tahun 2010.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pasukan koalisi AS-NATO yang tergabung dalam ISAF ( International Security Assistance Force), seorang tentaranya tewas karena baku tembak dan seorang karena terkena ledakan bom rakitan, ke duanya tewas di daerah selatan Afghanistan. Sementara itu tentara ke tiga yang dikabarkan tewas karena baku tembak di daerah timur.
Pasukan koalisi tidak menyebutkan dari mana kebangsaan ketiga tentaranya tersebut dan tempat pasti mereka tewas, demikian laporan AFP.
Dengan jumlah tentara tewas telah mencapai 117 sejauh ini, nampaknya angkanya bisa melebihi jumlah yang tewas tahun lalu yang mencapai 519 tentara tewas.
Sementara itu jumlah pasukan agresor koalisi pimpinan Amerika dilaporkan akan ditingkatkan dari 121.000 tentara, rencananya diakhir tahun ini akan mencapai 150.000 tentara.
Sekitar 15.000 tentara koalisi AS dan NATO telah meluncurkan serangan besar-besaran di provinsi Helmand terutama di kota Marjah dan Nad Ali sejak tanggal 13 Februari lalu untuk mengalahkan pejuang Taliban yang dikabarkan memiliki basis kuat di provinsi itu.
Baik tentara Afghanistan yang turut dilibatkan dalam operasi ini maupun tentara koalisi menyatakan bahwa progres operasi tersebut berjalan lambat.
[muslimdaily.net/ptv

Anjem Choudry: Islam Bukan Agama Damai

Administrasi Obama telah merilis sebuah tinjauan dari strategi dalam perang melawan terorisme. Namun, laporan tersebut gagal dalam mengartikan kata "Islam."

Kantor berita CBN News kemudian datang ke London untuk berbicara dengan Anjem Choudary, ulama muslim terkemuka yang mengatakan bahwa ajaran Islam adalah apa yang berbentuk pesan-pesan jihad.

Meskipun George W. Bush dan Barack Obama telah menyatakan bahwa Islam adalah agama damai, Choudary mengatakan berbeda.

Sebuah Agama Kedamaian?
"Anda tidak bisa mengatakan bahwa Islam adalah agama damai," Choudary mengatakan kepada CBN News. "Karena Islam tidak berarti damai. Islam berarti penyerahan diri. Jadi, Muslim adalah orang yang berserah diri. Ada tempat bagi kekerasan dalam Islam. Ada tempat untuk jihad dalam Islam."

Choudary, beliau pemimpin Islam4UK, sebuah kelompok yang baru-baru ini dilarang di Britania di bawah undang-undang negara kontra-terorisme. Beliau menginginkan hukum Syariah Islam untuk diterapkan di Inggris Raya dan iapun bekerja keras untuk membuat mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Sementara orang Islam di Amerika Serikat biasanya lebih suka berbicara dengan nada yang lebih moderat di depan umum, Choudary tidak seperti itu.

Dia telah memuji operasi pembajakan 9/11 dan menyerukan eksekusi Paus Benediktus. Beliau juga memunculkan kontroversi pada baru-baru ini setelah terlihat muncul dalam video dirinya sedang "memandu" seorang bocah 10 tahun Inggris ke dalam agama Islam (menjadi Mualaf).

Pujian Jihad Secara Terbuka

Choudary mengatakan kepada CBN News bahwa kelompoknya adalah "kelompok politik non-kekerasan dan ideologi gerakan" yang berada di Inggris di bawah "perjanjian keamanan."

Namun secara terbuka ia memuji jihad dengan kekerasan.

"Dalam Quran banyak disebutkan, Anda tahu, kewajiban jihad adalah yang paling banyak dibicarakan dalam Alquran selain tauhid - kepercayaan," katanya. "Tidak ada lagi yang disebutkan lebih banyak selain topik pertempuran."

Beberapa mantan anggota kelompok Choudary telah ditangkap atas tuduhan terorisme.

"Sebuah jumlah yang sangat signifikan dari mantan anggota al-Muhajirun adalah orang yang terlibat dalam rencana terorisme terhadap negara ini," terorisme berbasis di London, kata  pakar Peter Neumann. "Sejumlah orang Inggris bahkan telah benar-benar pergi ke Afghanistan, bergabung dengan Taliban dan mati berjuang untuk Taliban."

Choudary menolak untuk mengutuk aksi teror termasuk 9/11 dan 7 Juli 2005 atau pemboman London yang menewaskan 52 orang.

Islam itu Lebih dari Sekedar Agama

CBN News bertanya kepada Choudary untuk pendapatnya pada aksi 7/7 alias pemboman di sistem transportasi London, dan apakah ia mengutuk aksi tersebut.

"Bagi orang-orang yang melakukan aksi itu, itu adalah sah," jawabnya. "Jika anda melihat niat dari pembom aksi 7/7 Mohammed Siddique Khan dan Shehzad Tanweer, mereka akan dibenarkan. Dan masih banyak ayat-ayat dari Quran dan banyak pernyataan yang mengatakan bahwa aksi mereka dibenarkan argumen Islam. Dan itu adalah argumen Islam yang sulit untuk disangkal. Dan ada banyak ulama yang mendukung argumen itu juga. "

Choudary mengatakan, inti dari kelompoknya hanya mengikuti ajaran Islam dan bahwa Islam adalah lebih dari sekedar sebuah agama.

"Keyakinan khusus ini lebih dari sekadar sebuah agama," katanya. "Bukan hanya keyakinan spiritual. Hal ini, pada kenyataannya, sebuah ideologi yang Anda yakini dan Anda berjuang untuknya dan Anda bahkan bersedia mati untuk itu, karena Anda percaya bahwa: Itu adalah seluruh hidupmu."

Choudary tampaknya memang menikmati apa yang disebut sebagi "laki-laki yang paling dibenci se Inggris Raya" dan ia telah berjanji untuk melanjutkan aksi unjuk rasa menyerukan penggulingan sistem Inggris. Allahu Akbar.

[muslimdaily.net/CBN]