Wasiat Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk Para Mujahid

7.3.10

Mengapa Ayah Tidak Berjihad?


DI SUATU perkumpulan keluarga, ada sebuah pemandangan yang menakjubkan, ketika salah seorang putri berumur tujuh tahun berjalan mendekati ayahnya dan bertanya, “Ayah, mengapa ayah tidak berangkat berjihad?” Percakapan anak SD berumur tujuh tahun dengan sang ayah tersebut dituangkan di salah satu kolom majalah Shautul-Jihad (Suara Jihad) edisi nomor 4.
Mendengar pertanyaan putrinya kesayangannya itu, sang ayah tercengang keheranan dan mencoba untuk mengujinya. Sang ayah balik bertanya, “Kalau ayah pergi berjihad, lalu ayah terbunuh, nanti kamu tidak punya ayah lagi?”
Kemudian gadis kecil itu menimpali, “Kalau ayah terbunuh, itu lebih baik. Karena ayah akan menjadi seorang syahid, lalu masuk surga, dan kita akan masuk surga bersama ayah.”
Pertanyaan dan jawaban yang dilontarkan gadis kecil itu merefleksikan keimanan mumpuni, fithrah suci, dan ketaatan terhadap perintah Allah. Gadis kecil itu menjadi personifikasi sempurna bagi setiap keluarga dalam mendidik anak-anak mereka. Tak ayal, kita semua menginginkan untuk mendidik mereka dengan pendidikan keimanan dan jihad. Kita bisa memulainya dengan mengokohkan akidah lurus yang suci dari noda dan penyimpangan orang-orang kafir dan munafik.
…Gadis kecil itu menjadi personifikasi sempurna bagi setiap keluarga dalam mendidik anak-anak mereka. Tak ayal, kita semua menginginkan untuk mendidik mereka dengan pendidikan keimanan dan jihad….
Lalu kita juga mengajari mereka dengan ajaran-ajaran agama yang purifikatif sebagaimana dibawa Nabi Muhammad dan salafush shalih. Kita tanamkan kepada anak-anak bahwa beliau dan salafush shalih adalah bagian dari umat Islam yang satu. Anak-anak diberi pemahaman bahwa mereka harus mengembalikan keadaan umat Islam seperti kondisi keemasan dan kemuliaan pada masa lampau.
Selain itu, penting juga bagi kita untuk mempersiapkan mental dan raga mereka; melatih mereka mengangkat senjata, menjadikan mereka berani, memiliki semangat tempur fi sabilillah, dan berharap untuk mati syahid. Karena mati syahid merupakan jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kita menghendaki agar kita dan anak-anak kita sampai pada tingkatan menyerap dan menyesap seluruh paradigma kemuliaan dan jihad yang benar, sehingga kemudian kita dan mereka menjelma menjadi mujahid-mujahid mulia yang bangga dengan Islam, membela umatnya, dan menumpas orang-orang serta institusi-institusi kekafiran, sehingga kalimat Allah menjadi tinggi tegak.
Kita memohon kepada Allah SWT agar memperbaiki akidah dan pemahaman keislaman kita dan putra-putri kita. Kita pun memohon kepada-Nya agar menjadikan mereka dan juga kita sebagai mujahid fi sabilillah, menganugerahi kita dan juga mereka kesyahidan, serta mengumpulkan mereka dan kita semua di surga Firdaus. Ya Rabb! [sky/VOI

Berita Simpang Siur Penangkapan Adam Gadahn di Pakistan

Diposting pada Senin, 08-03-2010 | 07:58:25 WIB

Berita simpang siur muncul pada hari Ahad 7 Maret berkenaan dengan Adam Gadahn, seorang juru bicara  al-Qaida kelahiran AS, telah ditahan di Pakistan.
Seorang pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan kepada CNN bahwa Gadahn ditangkap hari Ahad di Karachi, dan pejabat senior pemerintah Pakistan yang kedua kemudian mengkonfirmasi ulang penangkapan itu.
Uniknya pada hari Ahad kemarin, sebuah video yang menampilkan Gadahn telah dirilis berkenaan dengan komentarnya terhadap peristiwa penembakan di Fort Hood, Texas bulan November tahun lalu dan seruan kepada umat Islam untuk berjihad.
Tetapi pejabat intelijen AS mengatakan tak ada bukti laporan yang  valid bahwa Gadahn sedang dalam tahanan, dan para pejabat Amerika juga mengatakan mereka tidak memiliki indikasi bahwa Gadahn telah ditangkap.
Selain itu tiga pejabat keamanan senior Pakistan lainnya mengatakan bahwa Abu Yahiya, seorang yang ditangkap belum tentu Adam Gadahn.
"Kami pikir itu bisa saja penangkapan besar, tetapi nampaknya bukan Gadahn. Kami sedang berusaha untuk menegaskan kewarganegaraan dan latar belakangnya," kata seorang pejabat keamanan senior kepada AFP tanpa menyebutkan namanya.
Gadahn masuk Islam dari keluarga Yahudi-Kristen ketika ia berusia 17 tahun dan beberapa tahun kemudian pindah ke Pakistan. Dia sebelumnya dikenal sebagai Adam Pearlman dan tumbuh di sebuah peternakan kambing di luar Los Angeles.
Ia pergi ke Pakistan pada 1998, ikut pelatihan al-Qaeda selama enam tahun. Dia bertugas sebagai penerjemah dan konsultan untuk al Qaida.
[muslimdaily.net/aljazrnet-alarby