Wasiat Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk Para Mujahid

13.7.10

Kepala Intelejen Polisi Senior Afghanistan Ditembak Mati

KABUL (voa-islam.com): Seorang pria bersenjata menembak mati kepala polisi intelijen senior Afghanistan, kendaraan polisi diberondong dengan peluru saat ia sedang dalam perjalanan pulang di dekat Kabul, seorang pejabat mengatakan.

Mohammad Gul, direktur departemen intelijen polisi bagian kejahatan Kabul, ditembak mati bersama dengan salah satu pengawalnya Rabu malam, kata kepala cabang Sayed Abdul Ghafar Sayedzada kepada AFP.

Para pria bersenjata memberondong kendaraan Gul dengan peluru di dekat rumahnya di distrik Paghman, sebuah lembah yang biasa dipakai untuk piknik barat Kabul.

"Kami belum tahu yang para penyerang tapi kami sedang menyelidiki ini," kata Sayedzada.

Taliban telah dipersalahkan atas pembunuhan serupa tapi sebagian besar terjadi di kota wilayah selatan tanpa hukum di mana mereka terkonsentrasi melawan pemerintahan Presiden Hamid Karzai.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu, kata Sayedzada.

Target pembunuhan menjadi lebih sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir, terutama di kota Kandahar, ibukota provinsi yang menurut Taliban sebagai jantung mereka.

Melengkapi bom pinggir jalan dan serangan bom rompi atau mobil, pembunuhan telah menyebarkan sebuah selimut ketakutan di kota selatan meskipun pasukan pimpinan Amerika membangun operasi bertujuan untuk mendorong Taliban dari kawasan itu.

Amerika Serikat dan 140.000 pasukan NATO di Afghanistan telah melakukan "penjajahan" perang selama sembilan tahun di Afghanistan, dengan 10.000 tentara tambahan lainnya akan diturunkan lagi terutama di selatan, dalam minggu-minggu mendatang. (za/yahoonews)

11.7.10

Taliban Punya Pasukan Baru ''Tentara Monyet''

WAZIRISTAN (voa-islam.com): Pejuang Taliban Afghanistan diberitakan sedang melatih monyet menggunakan senjata untuk menyerang tentara Amerika, menurut sebuah laporan baru-baru ini oleh agen media Inggris berbasis.

Wartawan dari kantor media itu disebutkan melihat dan mengambil foto dari "beberapa prajurit monyet" memegang senapan AK-47 dan senapan mesin ringan Bren di wilayah kesukuan Waziristan dekat perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan. Laporan dan foto secara luas telah disebarkan oleh lembaga media dan situs Web di seluruh dunia.

Menurut laporan itu, para ahli militer Amerika menyebut mereka "teroris monyet."

Dalam arti, munculnya "tentara monyet" adalah hasil dari perang asimetris. Amerika Serikat melancarkan penjajahan di Afghanistan dengan menggunakan senjata dunia yang paling canggih seperti robot yang cerdas untuk mendeteksi bom di pinggir jalan walaupun tetap saja tiap hari ada saja tentara Amerika yang tewas terkena ledakan IED dan pesawat tak berawak (drone) untuk menyerang sasaran-sasaran Taliban. Mungkin,  sebagai tanggapan, pasukan Taliban mencoba dan menemukan sebuah metode untuk melatih monyet sebagai "pembunuh pengganti" terhadap pasukan Amerika.

Para analis berpendapat bahwa selain dari menggunakan "monyet pembunuh " untuk menyerang tentara Amerika, Taliban juga berusaha membangkitkan proteksionis hewan di Barat untuk menekan pemerintah agar menarik pasukan dari Afghanistan. Namun demikian, Taliban percaya bahwa munculnya "tentara monyet" menunjukkan bahwa mereka telah menemukan cara lebih cerdas dan lebih efektif cara untuk mengatasi  pasukan Amerika.

Ironisnya, pemrakarsa "tentara monyet" adalah Amerika. Antara tahun 1960-an dan 1970-an, Central Intelligence Agency (CIA) melatih besar-besaran "tentara monyet" dalam Perang Vietnam dan mengirim monyet bersenjata kedalam hutan berbahaya untuk memulai serangan terhadap tentara Vietnam. Saat ini, pasukan Taliban  memberikan pasukan Amerika cara mereka sendiri, jika kabar mengenai "tentara monyet" ini benar.

Ketika hewan bersenjata memasuki perang interpersonal, seperti apa dunia akan kita hadapi? Mungkin Taliban berpendapat, lawan yang sepadan untuk pasukan Amerika adalah monyet. (za/People's Daily Online)