Wasiat Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk Para Mujahid

25.3.10

Karena Kau Tak Cantik, Maafkan Aku Jika Terpaksa Pilih Dia

Malam sudah mendekati pagi, ketika hati ini masih menolak untuk disalahkan, walau merasa sangat bersalah. Baru beberapa menit sebelumnya mengakhiri perbincangan yang tidak mengenakkan dengan suami.

Suami tercinta yang meminta semua ini. Meminta agar saya terbuka, menceritakan apa yang disembunyikan di dalam hati (Ah seharusnya tanpa dimintapun aku harus terbuka, bukan?), yang pada mulanya telah saya tolak. Karena saya sangat yakin, jika saya mengungkapkan semuanya, bisa mengakibatkan dia terluka. Saya tidak ingin melukainya, karena saya mencintainya. Amat mencintainya. Selalu… selamanya…

Namun karena dia telah berjanji tidak akan mempermasalahkannya, akhirnya saya menceritakannya. Dan ternyata benar. Kami sama-sama terluka. Semoga Allah mengampuni kami, dan dia memaafkanku.
Diam-diam bathin ini merangkai kata, membentuk kalimat,

Cantik, anggun, menawan, mempesona, cerdas, kaya, berhati jahiliyah, berakhlak buruk.
Jelek/sedang (kan relative), miskin, tidak cukup cerdas, beriman, taat, shaliha, berakhlak baik.
Jelek/sedang (lagi-lagi relative) miskin, tidak cukup cerdas, berhati jahiliyah, tidak mengindahkan aturan Islam, berakhlak buruk.
Pilihan hanya tiga di atas. Karena yang, cantik, anggun, menawan, mempesona, shaliha, berakhlak baik, stoknya tidak selalu ada. Kalaupun ada, sudah keduluan orang lain. Kamu berada di posisi yang mana Ida?

Tidak sedikit pria beriman yang akhirnya memilih wanita kedua, karena ia memandang keimanan dan ketaatan si akhwat. Bukan rupa wajahnya, karena ia menyadari bahwa nilai kecantikan seorang wanita bukan terletak pada kecantikan rupanya. Melainkan pada akhlaknya. Jika akhlaknya bagus, insya Allah, dialah yang akan mampu diajak untuk menjalani biduk rumah tangga sakinah, mawadah, warohmah. Seperti yang didambakannya.

Wanita yang rupa wajahnya cantik memang akan mudah sekali dikenali pada saat pertama berjumpa. Namun, kecantikan yang terpancar dari aura keimanan wanita yang wajahnya tidak seberuntung wanita cantik, kadang baru akan bisa dikenali setelah beberapa waktu berdekatan. Dan ini tentu tidak akan merugikan ikhwan yang telah memilihnya untuk mendampingi perjuangannya. Karena sungguh, wanita dengan wajah tidak cantik namun shaliha, insya Allah akan lebih unggul dibanding wanita yang cantik namun berhati jahiliyah.

Lantas bagaimana dengan wanita yang tidak cantik namun berakhlak buruk? Berhati jahiliyah? Apalagi jika ketahuannya setelah dinikahi. Betapa malang yang menjadi suaminya! Dan fakta semacam ini banyak sekali terjadi di sekitar kita. Bahkan bisa jadi kita sendiri orangnya. Naudzubillah. Semoga tidak.
Saya kembali bertanya, apa yang ada pada dirimu, Ida? Mengapa kamu sampai hati berfikir yang bukan-bukan pada suamimu (LDL sering membuat pikiran ini berfikir buruk)? Jika kamu berusaha mentaatinya dalam rangka taat kepada Allah, maka, nilai kamu pada posisi yang kedua. Tapi jika kamu melakukan kebalikannya, maka kamu berada di posisi ke tiga. Betapa buruk dirimu!

Tanya itu masih bersambung, Ada berapa banyak di dunia ini wanita yang seperti ini?
Cantik tidak, kaya tidak, karir tiada, ilmu belum ada, menjadi shalihapun hanya pura-pura. Bagaimanalah ini?

Semula orang terpikat karena tampak kasalihahannya, tapi ternyata judesnya melebihi wanita-wanita jahiliyah? Apa yang bisa didapat seorang suami dari wanita semacam ini? Tekanan? Betapa kejam. Terakhir, jangan salahkan jika akhirnya para ikhwan memutuskan untuk memilih wanita yang cantik. Toh memilih yang jelekpun tetap tidak menghargai perintah agama!
Bisa jadi wanita cantik yang berakhlak buruk itu masih bisa dituntun ke jalan-Nya, untuk berbenah. Lha kalau wanita yang sudah tahu namun tidak menjalani? Bisa jadi sulit mengarahkannya. Wallahua’lam…

Intinya, untuk teman-teman muslimah yang saya cintai, jika antum merasa wajah tidak cantik. Percantiklah dirimu dengan akhlaqul karimah, agar kelak antum tidak mengecewakan suami antum. Semoga kelak menjadi para bidadari-bidadari surga di firdaus-Nya…

Semakin mendekatlah kepada-Nya. Saya sadar benar, akhir-akhir ini, saya memang merasa sangat jauh dengan Allah. Saya telah menjauh dari-Nya. Jarang mengaji, jarang qiyamul lail, sehingga sangat layak jika Allah, sering menegur dengan mendatangkan ujian-Nya. Dari penyakit yang nggak hilang-hilang. Hingga masalah-masalah kecil yang akhirnya menjadi besar. dan saya sadar semua adalah kelalaian saya pribadi.

Ida Raihan
Cheung Sha Wan- Hongkong
Kamis, 14 January 2010 (Around Dzuhur)

Usamah: Jika Khalid Syaikh Muhammad Dibunuh, Al Qaida Akan Bunuh Semua Tawanan Barat

Diposting pada Kamis, 25-03-2010 | 19:37:56 WIB
Jaringan televisi Al Jazeera malam ini mengudarakan rekaman audio terbaru dari pemimpin Al Qaida Syaikh Usamah bin Ladin. Dalam rekaman itu Usamah memberikan pernyataan ancaman kepada Amerika, kalau  Amerika sampai mengeksekusi Khalid Syaikh Muhammad yang saat ini sedang menjalani proses sidang tertutup, maka semua tawanan Barat yang ada di tangan Al Qaida akan dieksekusi.

Khalid Syaikh dan empat orang lain yang diduga terlibat dalam serangan 9/11, jaksa penuntut saat ini sedang mengupayakan hukuman mati terhadap mereka. Rekaman dari pemimpin Al Qaida ini diudarakan pada Kamis malam ini.

Dalam rekaman itu, Syaikh Usamah juga mengatakan lagi bahwa presiden Amerika sekarang Barrack Obama "mengikuti jejak pendahulunya" Walker Bush Jr.

"Para politisi Gedung Putih terus melakukan ketidak adilan terhadap kami dan terutama mereka mendukung pendudukan Israel di Palestina yang berlangsung terus-menerus", katanya.

Rekaman audio terakhir Syaikh Usamah muncul pada 24 Januari lalu. Dalam rekaman yang lalu beliau mengaku bertanggung jawab atas upaya serangan Hari Natal oleh Abdulmutallab yang terbang dari Belanda menuju Detroit Amerika. Didalam rekaman tersebut Usamah bersumpah akan ada serangan lebih lanjut kecuali Obama dan Amerika mengambil langkah untuk menyelesaikan situasi Palestina.

Tidak disebutkan tawanan mana yang diancam akan dibunuh. Pada 30 Juni tahun lalu, seorang tentara Amerika bernama Pte Bowe Bergdahl, 23 tahun asal Ketchum, Idaho Amerika berhasil ditawan Taliban hidup-hidup. Hingga sekarang nasib tentara tersebut tidak diketahui. Apakah ancaman itu juga berhubungan dengan ini belum diketahui.

[muslimdaily.net/alj]

Usamah bin Ladin

Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin
أسامة بن محمد بن عوض بن لادن
Bin Laden Poster2.jpeg
Usamah bin Ladin, poster propaganda al-Qaeda
Lahir 10 Maret 1957 (umur 53)
Riyadh, Arab Saudi
Nama  lain Usamah bin Ladin
Dikenal karena Perang Soviet-Afganistan
Perang melawan Terorisme:
Anggota dewan dari Al-Qaeda
Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin (bahasa Arab: أسامة بن محمد بن عود بن لادن; sering dipanggil Usamah bin Ladin (atau Osama bin Laden dalam ejaan Inggris), dilahirkan pada tanggal 28 Juni 1957 di kota Jeddah) adalah pendiri Al Qaeda.
Dilahirkan di Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah. Usamah adalah anak ke-17 dari 52 bersaudara. Ayahandanya yang bernama Muhammad bin Ladin, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian bermigrasi ke Arab Saudi setelah Perang Dunia II). Di tempat yang baru ini Muhammad bin Ladin memulai dengan usahanya yang baru bergerak dalam bidang bisnis pembangunan. Pada akhirnya ia memenangkan banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu ia telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Muhammad bin Ladin kemudian telah menjadi salah seorang yang paling kaya di Arab Saudi, yang diperkirakan memiliki keuntungan miliaran dolar Amerika Serikat. Dari keuntungannya ini diperkirakan Muhammad bin Ladin memiliki saham sebesar hampir 300 miliar dolar Amerika.

Daftar isi

Pendidikan dan masa muda

Ketika berusia pemuda-remaja, Usamah bin Ladin telah bergabung dengan gerakan Konservatif-Baru (Ultrakonservatif), sebuah gerakan politik dalam agama Islam yang sebagian mengadopsi sebagiannya pemahaman salaf (paham pemurnian agama para ulama saudi) tetapi kurang mendapat dukungan dari para ulama; dan ia pernah masuk kedalam dinas kepolisian yang menegakkan hukum-hukum syariah. Usamah menjadi mahasiswa pada Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, di mana ia berguru pada salah satu dari antara gurunya, yakni Sheikh Abdullah Azzam. Guru Abdullah Azzam inilah yang kemudian diketahui sebagai tokoh utama yang memainkan peran memobilisasi dukungan bangsa Arab bagi kaum Mujahidin yang berperang melawan pendudukan Uni Soviet atas Afganistan. Usamah bin Ladin lulus menyelesaikan studinya dan diwisuda sarjana tahun 1979 dalam bidang Ekonomi dan Manajemen.

Perjalanan hidup

Usamah bin Ladin mulai membangun jaringan komunikasinya pada tahun 1979 ketika ia berangkat ke Afganistan bergabung dalam milisi perang kaum pejuang Afgan yang dikenal sebagai kaum mujahidin yang tetap bertahan dan bertempur melawan Soviet. Usamah menggalang dana melalui jalur-jalur kekayaan dan relasi-relasi koneksi keluarganya bagi gerakan pertahanan Afgan, dan membantu kaum Mujahidin dengan bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan. Usamah juga terlibat mengambil bagian dalam beberapa pertempuran selama perang Afganistan.
Ketika peperangan melawan Soviet hampir berakhir, Usamah mendirikan gerakan Al Qaeda, sebuah organisasi para mantan/eks pejuang Mujahidin dan para pendukung lainnya yang membantu menyalurkan baik dana maupun para pejuang bagi gerakan pertahanan Afgan.
Ketika tentara-tentara Soviet menarik mundur keluar dari Afganistan, Usamah bin Ladin pulang kembali ke Arab Saudi dan bergabung bekerja pada perusahaan konstruksi dan bangunan milik keluarga, Group Perusahaan Bin Ladin. Di sini ia kemudian terlibat bersama kelompok orang-orang Saudi yang berseberangan dan melawan pemerintahan kerajaan/monarki Saudi, yakni terhadap Keluarga Raja Fahd. Pada tahun 1995 Usamah bin Ladin membangun infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar al-Bashir dan Dr. Hasan Turabi yang memerintah Sudan.
Usamah bin Ladin, wawancara dengan wartawan Pakistan Hamid Mir, 1997.
Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi mencabut hak kewarganegaraan Usamah dan membekukan seluruh aset dan kekayaannya di seluruh negeri. Usamah bin Ladin diyakini berbagai pihak sebagai tokoh pusat dan kunci dari suatu koalisi internasional dari kaum radikal Islam. Menurut Pemerintah Amerika Serikat, Al Qaeda telah meniru gerakan-gerakan aliansi dengan pola pikir kelompok-kelompok fundamentalis, seperti misalnya kelompok Al-Jihad di Mesir, Gerakan Hizbullah di Iran, Front Islam Nasional di Sudan, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Yaman, Arab Saudi, dan Somalia. Organisasi Usamah bin Ladin juga memiliki ikatan-ikatan dengan "Kelompok Islam" yang pada suatu ketika dibawah pimpinan Syaikh Omar Abdel Rahman, seorang ulama Mesir yang menjalani hukuman seumur hidup sejak pengakuannya pada tahun 1995 menggagalkan persekongkolan peledakan beberapa tempat di kawasan kota New York. Pada akhir tahun 1990-an dua orang anak Sheik Rahman bergabung bersama kekuatan tentara dan perjuangan Usamah bin Ladin.
Sejak tahun 1992, Pemerintah Amerika Serikat memberi kesan bahwa Usamah bin Ladin dan anggota-anggota lainnya dari gerakan Al Qaeda menjadi target sasaran militer Amerika yang bertugas di Arab Saudi, dan di Yaman, dan satuan militer yang ditugaskan di Tanduk Afrika, termasuk di Somalia. Pada bulan Oktober 1993, diberitakan ada 18 orang anggota militer berkebangsaan Amerika Serikat yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan penderitaan di Somalia, mati dibunuh disana ketika menjalankan karya sosial mereka. Mayat tentara pekerja sosial itu diseret dan dianiaya di sepanjang jalan-jalan raya. Pada tahun 1996 Usamah bin Ladin dikenai hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam penyerangan pembunuhan tentara pekerja sosial di atas dan ia mengatakan bahwa para pengikutnya bersama kaum Muslim setempat telah membunuh tentara-tentara itu. Penegak hukum Amerika Serikat juga menuduh bahwa Usamah bin Ladin memiliki jaringan dengan serangan-serangan yang gagal ke atas dua hotel di Yaman di mana para tentara Amerika Serikat bermalam dalam perjalanan mereka ke Somalia.
Pada tanggal 7 Agustus 1998, delapan tahun setelah penugasan operasional militer, Amerika Serikat membuat sebuah jebakan di Arab Saudi dengan meledakkan dua truk bermuatan bom di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi dan membuat alur cerita se akan akan otak peledakan adalah usamah bin ladin, Kenya; dan di Dares Salaam, Tanzania. Usamah bin Ladin menolak bertanggungjawab, tetapi para Hakim menegaskan keterlibatan dan kesalahannya itu terbukti dengan adanya surat-surat faksimili yang dikirimkan oleh kelompok Sel Usamah di London setidaknya kepada tiga agen penjualan media internasional. Para Hakim juga menunjukkan pengakuan para pelaku tindak kriminal tertuduh pelaku pengeboman Kedutaan-Kedutaan Besar, yang mengaku mereka adalah anggota gerakan Al Qaeda.
Empat belas hari kemudian, pada tanggal 20 Agustus 1998, Presiden Bill Clinton memerintahkan armada kapal perang Amerika Serikat menggempur kamp-kamp di Afganistan yang menjadi target untuk melumpuhkan usamah binladin dengan memberikan cap sebagai sarang pelatihan teroris, dan penggempuran terhadap pabrik reaktor kimia di kota Khartoum, Sudan. Usamah bin Ladin bisa selamat dari serangan itu dan dijatuhi hukuman oleh Amerika Serikat dengan tuduhan sebagai perancang atau otak di balik serangan-serangan bulan November 1998.
Presiden George W. Bush melalui strategi yang cerdik berhasil meledakan gedung wtc dan telah menyatakan bahwa Usamah adalah tertuduh utama dalam serangan teroris di kota New York dan Washington pada tanggal 11 September 2001; sama persis bahwa Usamah adalah tertuduh pelaku utama dalam pengeboman gedung World Trade Center pada tahun 1993; dan terhadap lusinan serangan teroris yang lain terhadap Kedutaan-Kedutaan Besar Amerika Serikat, kapal-kapal perang, dan aset-aset Amerika Serikat lainnya.
Para perwira Taliban telah mengutuk serangan hari Selasa ke atas Amerika Serikat dan menegaskan bahwa Taliban pasti tidak terlibat. Usamah bin Ladin sendiri telah menyangkal keterlibatan dirinya dalam pembantaian dan pertumpahan darah 11 September 2001 itu bahkan tatkala Taliban bersumpah melindungi Usamah bin Ladin sambil memperbaharui peringatan Taliban bahwa negara-negara tetangga yang membantu Washington tidak akan bisa luput dari peristiwa serupa. "Amerika Serikat menudingkan jari telunjuknya kepadaku tetapi saya menyatakan dengan pasti dan yakin bahwa saya tidak melakukan semua ini."
Banyak pengamat Islam Internasional mengatakan bahwa perlawanan Usamah bin Ladin dan Al Qaeda-nya akan tetap berlanjut selama dunia barat khususnya Amerika Serikat tidak mengubah kebijakan yang dianggap tidak adil terhadap negara-negara dunia Islam. Kasus Palestina dan keberpihakannya terhadap Israel diantaranya, serta serangan dan pendudukan terhadap Irak membuat masalah yang dikatakan dunia Barat sebagai terorisme tidak akan selesai.

Dialog India-Pakistan Bergantung Pada Para Pemimpinnya Kamis, 25 Mar 2010

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amerika Seriakt pada hari Rabu (24/3) mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan urusan pada India dan Pakistan untuk memutuskan masalah antara kedua negara secara mendiri setelah Islamabad memperbarui permintaannya pada AS agar terlibat dalam penyelesaian masalah Kashmir.
Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureishi yang ambil bagian dalam pembicaraan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat mengemis AS terlibat secara konstruktif mengenai Kashmir.

Saat ditanya mengenai komentar Qureishi, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner mengatakan: "Kami selalu menyambut baik dialog dan hubungan antara India dan Pakistan termasuk mengenai masalah Kashmir."

"Namun tentu saja pembicaraan itu akan dibawa ke arah mana, hal itu merupakan sesuatu yang harus diputuskan oleh pemimpin India dan Pakistan sendiri," lanjut Toner.

Presiden AS Barack Obama berulang kali mengatur mediasi untuk menyelesaikan masalah Kashmir, setelah muncul sejumlah permintaan untuk mengokohkan dialog antara Pakistan dan India. (althaf/afp/arrahmah.com)

Ledakan Bom Sambut Kunjungan Arroyo di Zamboanga


Zamboanga City (Voa-Islam.com) - Sebuah bom rakitan meledak di Kota Zamboanga mendahului kunjungan Presiden Gloria Arroyo Rabu (24/03) kemarin ke tempat-tempat di wilayah provinsi Basilan, Philipina selatan.

Ledakan terjadi di dekat Zamboanga City Hall pada Selasa sore, namun polisi dan militer mengatakan tidak ada korban yang terluka atau tewas dalam ledakan tersebut. Tidak diketahui apakah ledakan itu berhubungan dengan kunjungan Arroyo ke wilayah bergolak di selatan Philipina tersebut atau ada motif lain.

Ledakan bom menghantam sebuah kawasan di mana sebelumnya ditempati para pedagang Muslim.

Pihak militer mengatakan bahwa ledakan itu mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil, meskipun pihak berwenang masih menyelidiki ledakan yang merusak dinding beton itu.

"Ledakan itu tidak serius. Mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil, "kata Kolonel Angkatan Darat Santiago Baluyot, komandan  dari satuan tugas anti-teror lokal.

Ledakan tersebut terjadi bertepatan dengan pengumuman polisi bahwa Abu Sayyaf dan pejuang Moro berencana untuk melakukan aksi teror di wilayah Zamboanga.

Arroyo tiba di sebuah pangkalan militer di Kota Zamboanga pada hari Rabu kemarin dan terbang dengan helikopter ke pulau Basilan, markas bagi kelompok Abu Sayyaf dan pejuang Moro lainnya, untuk meresmikan beberapa proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Zamboanga sebelumnya telah dibom beberapa kali, dan belum diketahui siapa pelakunya, namun pihak militer dan kepolisian langsung mengaitkan kejadian-kejadian tersebut dengan kelompok Abu Sayyaf dan pejuang Moro lain dengan alasan bahwa wilayah itu merupakan basis dan tempat mereka beroperasi. (ME)