Wasiat Terbaru Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk Para Mujahid

25.3.10

Ledakan Bom Sambut Kunjungan Arroyo di Zamboanga


Zamboanga City (Voa-Islam.com) - Sebuah bom rakitan meledak di Kota Zamboanga mendahului kunjungan Presiden Gloria Arroyo Rabu (24/03) kemarin ke tempat-tempat di wilayah provinsi Basilan, Philipina selatan.

Ledakan terjadi di dekat Zamboanga City Hall pada Selasa sore, namun polisi dan militer mengatakan tidak ada korban yang terluka atau tewas dalam ledakan tersebut. Tidak diketahui apakah ledakan itu berhubungan dengan kunjungan Arroyo ke wilayah bergolak di selatan Philipina tersebut atau ada motif lain.

Ledakan bom menghantam sebuah kawasan di mana sebelumnya ditempati para pedagang Muslim.

Pihak militer mengatakan bahwa ledakan itu mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil, meskipun pihak berwenang masih menyelidiki ledakan yang merusak dinding beton itu.

"Ledakan itu tidak serius. Mungkin dilakukan oleh orang-orang jahil, "kata Kolonel Angkatan Darat Santiago Baluyot, komandan  dari satuan tugas anti-teror lokal.

Ledakan tersebut terjadi bertepatan dengan pengumuman polisi bahwa Abu Sayyaf dan pejuang Moro berencana untuk melakukan aksi teror di wilayah Zamboanga.

Arroyo tiba di sebuah pangkalan militer di Kota Zamboanga pada hari Rabu kemarin dan terbang dengan helikopter ke pulau Basilan, markas bagi kelompok Abu Sayyaf dan pejuang Moro lainnya, untuk meresmikan beberapa proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Zamboanga sebelumnya telah dibom beberapa kali, dan belum diketahui siapa pelakunya, namun pihak militer dan kepolisian langsung mengaitkan kejadian-kejadian tersebut dengan kelompok Abu Sayyaf dan pejuang Moro lain dengan alasan bahwa wilayah itu merupakan basis dan tempat mereka beroperasi. (ME)

24.3.10

100 Lebih Anggota Al Qaida Ditangkap di Arab Saudi


SAUDI (voa-islam.com): Lebih dari 100 tersangka yang dianggap militan yang terkait dengan al-Qaida ditangkap di Arab Saudi, demikian diumumkan Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan, kelompok yang terdiri dari 58 warga Saudi dan 55 warga asing sedang mempersiapkan "tindakan teror", yaitu sejumlah serangan terhadap instalasi perminyakan di negara pengekspor minyak terbesar di dunia itu.

Para warga asing yang ditangkap termasuk dari Banglades, Eritrea, Somalia, dan Yaman.

Pihak berwenang juga menyita senjata, kamera, dokumen dan komputer.

Arab Saudi menduga bahwa al-Qaida sekarang memanfaatkan situasi yang tidak stabil di Yaman untuk melakukan serangan di dalam wilayah Saudi.

Al-Qaida 'masuk'
Ada kekhawatiran bahwa di perbatasan dengan Yaman Utara, tempat pemerintah Yaman dan Saudi memerangi kelompok separatis Syiah, al-Qaida telah mendirikan kam-kam pelatihan.

Serangkaian penahanan terbaru ini menunjukkan bahwa anggota Al Qaida telah menyeberang masuk ke Saudi dan menggunakan koneksi mereka di dalam kerajaan itu untuk merencanakan sejumlah serangan terhadap berbagai fasilitas perminyakan negara itu.

Juru bicara Kementrian Dalam Negeri Saudi Mansour El Torky mengatakan sebagian dari mereka yang ditangkap sudah dilatih untuk menjadi pembom.

Pada tahun 2003 sejumlah pembom yang diduga memiliki kaitan dengan Al Qaida menewaskan 35 orang di ibukota, Riyadh tempat banyak warga asing Amerika tinggal disana. Tujuan serangan ini adalah untuk mengusir orang kafir dari tanah Haram.

Korban yang tewas termasuk banyak warga asing.